Sisi Lain Maulid Nabi

oleh : Prof Dr Ali Mustafa Yaqub




Seorang kawan mengeluh kepada kami. Katanya sekarang ini banyak anggota GAM di Jakarta. "Eh,yang benar saja. Mana ada anggota Gerakan Aceh Merdeka di Jakarta," begitu kata kami menyanggah


"ini bukan GAM yang berarti Gerakan Aceh Merdeka,tetapi GAM yang berarti Gerakan Anti Maulid," kata kawasn tadi menjelaskan.

"Apa argument mereka?" tanya kami mengejar. "mereka bilang peringatan maulid itu yidak pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi ini termasuk bid'ah,"jelasnya. "wah, kalau yang namanya bid'ah itu adalah ibadah yang tidak pernah dikerjakan Nabi SAW, maka akan banyak ibadah yang menjadi bid'ah," jelas kami

"banyak ibadah yang menjadi bid'ah? Apa maksud ustadz?" begitu kawan tadi bertanya penasaran. "ya, kalau ibadah yang tidak pernah dikerjakan Rasulullah SAW itu bid'ah, umrah Ramadhan adalah bid'ah. Karena, Rasulullah selama hidup tidak pernah menjalankan umrah pada bulan Ramadhan. Kita mengeluarkan zakat fitri dengan beras juga bid'ah, karena Rasulullah tidak pernah mengeluarkan zakat fitri dengan beras." Begitu kami menjelaskan.

"lalu, yang disebut bid'ah itu apa Ustadz?" Tanyanya lagi. " dalam bidang ibadah,yang disebut bid'ah adalah ibadah yang tidak ada dalilnya dalam agama (dalil syar'i). Yang di maksud dalil syar'i adalah Alqur'an, hadis, ijma', qiyas, dan lain-lain,"tambah kami. " contohnya apa, Ustadz?" tanyanya lagi. " Contohnya,shalat Shubuh 10 rakaat. Tidak ada dalilnya dalam agama. Yang ada dalil olahraga. Pagi hari, semakin banyak bergerak semakin baik," jelas kami.

"Lalu apakah peringatan maulid Nabi SAW itu ada dalilnya dalam agama?" Tanyanya lagi. "Untuk menghukumi sesuatu, kita tidak boleh melihat namanya, tetapi kita lihat substansi perbuatan atau materinya.. Apabila kita menghukumi sesuatu dari namanya, hotdog yang bahannya terigu dan daging ayam yang disembelih sesuai syariah Islam, hukumnya haram karena makanan itu bernama hotdog alias anjing panas."

"Maka, seperti kata Syekh Dr Ahmad al-Syurbasyi dalam kitabnya Yas alunaka fi al-Din wa al-Hidayah, untuk menghukumi maulid, kita harus melihat perbuatan yang dilakukan dalam maulid itu. Apabila maulid itu diisi dengan maksiat dan kemungkaran, hukumnya haram. Namun apabila diisi dengan membaca Alqur'an, penerangan perjuangan Rasulullah SAW, dan sebagainya, itu semua ada dalil yang menganjurkannya. Begitu pendapat Syekh Dr Ahmad al-Syurbasyi dari Mesir," jelas kami.

"wah,terima kasih, Ustadz.sekarang saya sudah paham." Jawabnya.




Harian Republika Rabu, 3 Maret 2010

17 Rabiul Awal 1431H
Posted on 23.09 by Ahry Almanggaray and filed under | 0 Comments »

Air Mata Yang Tersisa



By: agussyafii
group Mukjizat Sholat dan Doa

Pada suatu hari ada seorang teman mengajak saya untuk berziarah ke satu makam. Ditengah perjalanan saya sempat bertanya padanya siapa yang hendak diziarahinya, apakah ke makam ibunya, 'Bukan Mas,' jawabnya. 'apakah masih kerabat.' 'Juga bukan Mas?' jawabnya. 'Terus siapa dong?' tanya saya.

Dia bercerita, 'dulu saya pernah punya hutang pada almarhum karena saya tidak bisa membayar rumah saya diambil paksa sehingga saya dan keluarga harus keluar dari rumah. Sejak itu saya berjanji untuk tidak punya hutang lagi pada siapapun. Berkat kejadian itu mendorong saya tidak berhutang, bekerja lebih giat dan yang lebih utama saya lebih bersemangat dalam beribadah, memohon kepada Allah. berkat izin Allah usaha saya bisa bangkit kembali seperti sekarang ini. Itulah sebabnya saya hari ini mengajak diri Mas Agus untuk menziarahi makamnya.

'Jadi siapa dia?' tanya saya.

'Seorang rentenir Mas,' jawabnya dengan mata berkaca-kaca.

Sore itu nampak air matanya mengalir, air mata yang tersisa adalah air mata syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dari sebuah peristiwa yang telah merobek hatinya yang paling dalam membuat luka dihatinya yang begitu teramat dalam akibat ulah seorang rentenir. 'Sekalipun saya sanggup menanggung penderitaan, rasanya saya tidak sanggup bila melihat istri dan anak saya menderita.' ucapnya. 'Maha Besar Allah yang telah mempertemukan saya dengan rentenir itu telah menyadarkan saya betapa cinta Allah, cinta RasulNya dan cinta anak, istri saya sangat berarti bagi hidup saya.' Beberapa kali air mata diusapnya. 'Itulah sebabnya setiap setahun sekali, saya berziarah ke makamnya..berdoa untuknya sebagai wujud terima kasih saya kepadanya karena apa yang telah dia lakukan telah membuat hidup kami sekeluarga menjadi lebih baik.' Subhanallah...

--
'Sayangilah mereka yang pernah menyakiti hatimu' (Abdul Qadir Jaelany)

Wassalam,
agussyafii
---
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Munajat Amalia (MULIA)
Posted on 16.10 by Ahry Almanggaray and filed under | 0 Comments »